Rakornas Kepegawaian Tahun 2025
Jakarta - Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian 2025, forum terbesar yang mempertemukan para pengambil kebijakan kepegawaian dari seluruh Indonesia. Tahun ini, Rakornas mengusung tema “ASN Bergerak Bersama Wujudkan Asta Cita” sebagai forum strategis untuk mengonsolidasikan arah kebijakan manajemen ASN dalam mendukung percepatan 8 (delapan) agenda besar pembangunan nasional yang menjadi fokus pemerintah yang termuat dalam Asta Cita.
Kepala BKN Prof. Zudan menegaskan bahwa Rakornas Kepegawaian 2025 menjadi momentum konsolidasi nasional untuk memastikan manajemen ASN berjalan berbasis data, lincah, dan responsif terhadap tantangan sektor publik, mulai dari pangan, pelayanan sosial, hingga transformasi digital. “Rakornas Kepegawaian tahun ini akan menekankan urgensi kolaborasi lintas sektor dan daerah, serta akselerasi reformasi manajemen ASN dalam mendukung prioritas pembangunan nasional. BKN juga akan menekankan pemanfaatan data talenta ASN sebagai basis pengambilan keputusan, khususnya dalam percepatan mobilitas talenta yang adaptif, responsif, dan mampu memenuhi kebutuhan program prioritas bangsa,” ungkapnya
.jpeg)
Pada kesempatan ini, BKN juga akan memberikan penghargaan bagi pengelola kepegawaian terbaik melalui BKN Award Tahun 2025 sebagai bentuk apresiasi atas komitmen instansi pemerintah dalam mendukung kemajuan kinerja birokrasi, khususnya dalam manajemen ASN. Penghargaan BKN Award diberikan kepada pengelola kepegawaian Kementerian/Lembaga/Daerah yang dibagi atas 4 (empat) kategori, yaitu: Implementasi Indeks NSPK Manajemen ASN; Pengelolaan Data dan Sistem Informasi; Pengelolaan Manajemen Talenta; dan Pengelolaan Layanan Kepegawaian.
Penghargaan ini diberikan kepada 3 (tiga) peringkat terbaik dari 5 (lima) tipe instansi berbeda, yaitu Kementerian, Lembaga, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota, dan Pemerintah Kabupaten. Indikator penilaian BKN Award tahun ini berfokus pada capaian terbaik dalam Implementasi NSPK Manajemen ASN, Pengelolaan Data dan Sistem Informasi, Penerapan Sistem Merit dan Manajemen Talenta, serta Penyelenggaraan Layanan Pegawai.

Kepala BKN Prof. Zudan mengungkapkan bahwa BKN Award ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bentuk pengakuan atas komitmen nyata setiap instansi dalam membangun tata kelola kepegawaian yang modern dan akuntabel. Penghargaan ini sendiri terbagi dalam beberapa kategori, termasuk kategori utama Implementasi Manajemen ASN Terbaik, kategori Elemen Implementasi, dan kategori Special Mention untuk Komitmen Peningkatan Pelayanan Kepegawaian.
Ajang penghargaan yang telah digelar sejak 2015 ini juga konsisten menjadi pemacu kinerja Kementerian/Lembaga/Daerah dalam mengimplementasikan manajemen ASN yang berkualitas. Melalui BKN Award, diharapkan terjadi percepatan peningkatan kualitas pengelolaan ASN, khususnya dalam mendukung sistem manajemen ASN berbasis sistem merit yang menjadi fondasi birokrasi kelas dunia.

Secara khusus dalam sesi BKN Menyapa, Kepala BKN bersama jajaran Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya menyediakan wadah tanya-jawab, dan mendengar langsung berbagai hambatan yang kerap dihadapi para pengelola kepegawaian instansi terhadap layanan manajemen ASN di wilayahnya. “Hal ini bertujuan menyatukan perspektif seluruh instansi terhadap permasalahan kepegawaian, mulai dari aspek pengadaan ASN, penerapan sistem merit lewat manajemen talenta, hingga pemberhentian dalam jabatan,” ungkapnya pada Rakornas Kepegawaian 2025, Rabu (19/11/2025) di Jakarta.
Sejumlah menteri kabinet merah putih, yakni diantaranya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf membawakan percontohan semangat perubahan budaya kerja dan inovasi di sektor pertanian, serta penekanan pada akurasi layanan dan empati yang dikedepankan dalam layanan sosial. Selain itu, BKN juga melibatkan pandangan dari fungsi legislatif dengan kehadiran perwakilan Komisi II DPR RI yakni Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Rifqinizamy Karsayuda yang berbicara mengenai penguatan struktur dan regulasi, termasuk implementasi sistem merit untuk membuka sistem mobilitas talenta nasional.

Selain dari sektor pemerintahan, Rakornas juga menghadirkan perwakilan sektor eksternal, yakni Ignasius Jonan yang dikenal karena prestasinya melakukan transformasi di sektor energi dan transportasi yang berbagi mengenai pandangan terhadap penekanan pada aspek kepemimpinan dan budaya kerja ASN di lapangan. Dengan semangatnya yang khas, Ia menekankan bahwa keberhasilan program strategis bergantung pada eksekusi, bukan hanya perencanaan. Ia juga menekankan bahwa transformasi bukan sekadar membeli teknologi, tetapi tentang mengubah mindset dan organisasi.

(FdL/Risk/TPWBKPSDM)
